Ekologi,
pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel ( zoologiwan Jerman, 1834-1914),
berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang
artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun
interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya, kita mempelajari makhluk
hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya,
Ekologi
adalah cabang ilmu biologi yangbanyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu
pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk
pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di
antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama
guna meningkatkan produktivitas.
Siklus
karbon (C) dalam ekosistem adalah proses pemanfaatan CO2 di udara untuk
keperluan fotosintesis tumbuhan dan pembentukan CO2 kembali sebagai hasil dari
proses respirasi makhluk hidup. CO2 atau karbon dioksida merupakan gabungan
dari satu molekul karbon dan 2 molekul oksigen. CO2 merupakan gas penyusun
atmosfer yang ditemukan dalam jumlah sedikit yaitu sekitar 0.03%. Kadar CO2 di
atmosfer berbanding terbalik dengan banyaknya tumbuhan hijau yang ada
disekitarnya. Hal ini disebabkan karena CO2 merupakan komponen utama dalam
proses fotosintesis tumbuhan.
Pengertian
lain dari siklus karbon yaitu siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan
antara biosfer (pada makhluk hidup), geosfer (di dalam bumi), hidrosfer (di
air), dan atmosfer bumi (di udara). Dalam siklus ini terdapat empat reservoir
karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir
tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk
pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon
tanah (soil carbon), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut
hayati dan non-hayati), serta sedimen (termasuk bahan bakar fosil). Pergerakan
karbon, pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia,
fisika, geologi, dan biologi yang bermaca-macam. Lautan mengadung kolam aktif
karbon terbesar dekat permukaan bumi, namun demikian laut dalam bagian dari
kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.
Siklus
karbon diawali dengan pembentukan karbon (CO2) di udara. CO2 dapat terbentuk karena
2 hal yaitu aktivitas organisme dan aktivitas alam. Aktivitas organisme
termasuk respirasi, dekomposisi makhluk hidup yang mati, pembakaran batu bara,
asap pabrik dll. serta aktivitas alam seperti erupsi vulkanis. Semua aktivitas
tersebut merupakan sumber CO2 di alam ini. Terlalu banyak CO2 di udara akan
menyebabkan efek rumah kaca.
CO2
di udara kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Hasil
akhir proses fotosintesis adalah senyawa organik berupa oksigen dan glukosa.
Oksigen yang dihasilkan kemudian digunakan oleh manusia dan hewan untuk
bernafas. Proses pernafasan manusia dan hewan menghasilkan H2O dan CO2. CO2
tersebut kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan kembali dan begitu seterusnya.
Sedangkan glukosa hasil dari fotosintesis merupakan sumber energi bagi tumbuhan
untuk pertumbuhannya. Kemudian, senyawa organik dari tumbuhan ini digunakan
oleh organisme lainnya (manusia, hewan) melalui rantai makanan. Selain sebagai
sumber energi, senyawa organik tersebut sebagian disimpan dalam tubuh
organisme. Senyawa organik pada tumbuhan banyak terkandung dalam batang. Adapun
pada manusia dan hewan, bahan organik banyak terdapat pada bagian tulang. Jika
organisme mati, senyawa karbon akan diuraikan dan diendapkan menjadi batuan
karbonat dan kapur. Jika tersimpan dalam perut bumi dalam jangka waktu yang
sangat lama, senyawa karbon sisa organisme mati dapat menghasilkan bahan bakar
fosil (minyak bumi). Akhirnya oleh kegiatan manusia bahan bakar fosil tersebut
kembali membebaskan CO2 ke udara.
Pada
ekosistem air, pertukaran CO2 di air dengan di atmosfer berjalan secara tidak
langsung. CO2 berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai
menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang
memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain.
Begitu pula sebaliknya, saat organisme air berespirasi CO2 yang mereka
keluarkan menjadi bikarbonat.
Proses
timbal balik fotosintesis dan respirasi makhluk hidup merupakan sumber utama
CO2. Tinggi rendahnya kadar CO2 dan O2 di atmosfer secara berkala disebabkan
oleh penurunan aktivitas fotosintesis. Semakin banyak populasi manusia dan
hewan, maka kadar CO2 dalam udara semakin meningkat. Untuk menjaga keseimbangan
kadar CO2 dan O2 maka harus diimbangi dengan penanaman tumbuh-tumbuhan sebagai
penghasil O2.
0 komentar:
Posting Komentar