Selasa, 28 Agustus 2018

pH TANAH BAGI PERHARAAN

Diposting oleh Unknown di Selasa, Agustus 28, 2018


Hubungan pH Tanah dan Unsur Hara

Pentingnya pH adalah untuk menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman. Pada tanaman yang sekitar pH netral, disebakan karena pH tersebut kebanyakan unsur hara larut dalam air. Ditinjau dari berbagai segi, tanah yang mempunyai pH antara 6-7 merupakan pH yang terbaik (netral), pada pH dibawah 7 merupakan tanah yang masam sehingga unsur P tidak dapat diserap tanaman karena diikat (difiksasi) oleh Al sedangkan pada tanah alkalis pHnya berkisar antara 8-14 sehingga unsur P juga tidak dapat diserap oleh tanaman karena difikasi atau diikat oleh Ca. Penanggullangan tanah yang terlalu masam dapat dinaikkan dengan menambah kapur pada tanah itu, sedangkan tanah yang terlalu alkalis dapat diturunkan pHnya dengan cara penambahan belerang. 
pH tanah menunjukkan derajat keasaman tanah atau keseimbangan antara konsentrasi H+ dan OH- dalam larutan tanah. Apabila konsentrasi H+ dalam larutan tanah lebih banyak dari OH- maka suasana larutan tanah menjadi asam, sebalikya bila konsentrasi OH- lebih banyak dari pada konsentrasi H+ maka suasana tanah menjadi basa. pH tanah sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman makanan ternak, bahkan berpengaruh pula pada kualitas hijauan makanan ternak. PH tanah yang optimal bagi pertumbuhan kebanyakan tanaman makanana ternak adalah antara 5,6-6,0. Pada tanah pH lebih rendah dari 5.6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadia terhambat.
Unsur hara yang melarut dalam larutan tanah berasal dari beberapa sumber seperti pelapukan mineral primer, dekomposisi bahan organik, deposisi dari atmosfer, aplikasi bahan pupuk, rembesan air tanah dari tempat lain, dan lainnya.  Kondisi pH tanah merupakan faktor penting yang menentukan kelarutan unsur yang cenderung berkesetimbangan dengan fase padatan . Kelarutan oksida- oksida hidrous dari Fe dan Al secara langsung tergantung pada konsentrasi hidroksil (OH) dan menurun kalah pH meningkat.


Pengaruh pH terhadap tanah Reaksi tanah (pH) mempunyai peranan yang penting terhadap ketersediaan unsur-unsur hara, baik hara makro maupun hara mikro. Meningkatnya kelarutan ion¬ion Al, dan Fe dan juga meningkatnya aktifitas jasad-jasad renik tanah sangat dipengaruhi oleh keadaan pH tanah pH dan ketersediaan unsur-unsur hara Reaksi tanah berpengaruh terhadap ketersediaan unsur-unsur hara di dalam tanah. Pada umumnya unsur hara makro akan lebih tersedia pada pH agak masam sampai netral, sedangkan unsur hara mikro kebalikannya yakni lebih tersedia pada pH yang lebih rendah. Tersedianya unsur hara makro, seperrti nitrogen, fosfor, kalium dan magnesium pada pH 6.5. Unsur hara fofor pada pH lebih besar dari 8.0 tidak tersedia karena diikat oleh ion Ca. Sebaliknya jika pH turun menjadi lebih kecil dari 5.0, maka fisfat kembali menjadi tidak tersedia. Hal ini dapat menjadi karena dalam kondisi pH masam, unsur-unsur seperti Al, Fe, dan Mn menjadi sangat larut. Fosfat yang semula tersedia akan diikat oleh logam-logam tadi sehingga, tidak larut dan tidak tersedia untuk tanaman. Beberapa tanaman tertentu dapat kekurangan unsur hara mikro seperti Fe dan Mn. Untuk memperoleh ketersediaan hara yang optimum bagi pertumbuhan tanaman dan kegiatan biologis di dalam tanah, maka pH tanah harus dipertahankan pada pH sekitar 6.0 – 7.0.
Setiap jenis tanaman berbeda sifat kepekaan dan ketahanannya terhadap reaksi tanah. Pengaruh pH tanah baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap akar tanaman dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman telah banyak diteliti.
Buruknya pertumbuhan tanaman pada pH rendah disebabkan oleh :
a.       Perusakan langsung oleh H+
b.      Terganggunya serapan Ca dan N
c.       Meningkatnya kelarutan Al, Fe dan Mn sehingga meracuni tanaman
d.      Berkurangnya ketersediaan Mo dan P serta
e.       Berkurangnya kandungan basa seperti Ca, Mg dan K.
Demikian pula pH yang terlalu tinggi tidak baik bagi pertumbuhan tanaman, karena unsur hara mikro (Zn, Cu, B, Fe dan Mn) kurang tersedia bagi tanaman dan P diendapkan oleh Ca.



Arti pH dalam Perharaan
Kebanyakan tanaman toleran pada pH yang ekstrim, tinggi dan rendah , asalkan dalam tanah tersebu tersedia hara yang cukup . sayangnya tersedianya unsur hara  yang cukup itu dipengaruhi oleh pH . beberapa unsur hara tidak tersedia pada pH ekstrim, dan beberapa unsur lainnya  berada pada tingkat meracun .
Perharaan yang sangat dipengaruhi oleh pH antara lain adalah : 
a.       Kalsium dan magnesium dapat ditukar
b.      Alumunium dan unsur mikro
c.       Ketersediaan fosfor
d.      Perharaan yang bersifat atau berkaitan dengan kegiatan jasad mikro.

a.     Kalsium dan magnesium dapat ditukar
Di wilayah basah terjadi pencucian yang intensif . akibatnya sebagian besar dari Ca dan Mg akan hilang dari permukaan koloid tanah. Hal ini menyebabkan pH tanah beralih menjadi lebih rendah atau kata lain tanah semakin masam . oleh karena itu diwilayah basah terdapat korelasi yang nyata antara pH dan jumlah kedua basa dapat ditukar . sebaliknya didaerah kering juga terdapat kolerasi yang nyata antara pH dengan Na dapat ditukar.

b.    Alumunium dan Unsur Mikro
Bila pH tanah mineral rendah , sejumlah Al , Fe dan Mn menjadi sangat larut , sehingga merupakan racun bagi tanaman ( Morries dan Piere , 1947 ) . sebaliknya bila pH naik hingga netral atau diatasnya , dan diikuti hujan , jumlah ion-ion  tersebut akan berkurang dalam larutan tanah , sehingga menyebabkan tanaman tertentu menderita kekurangan Fe dan Mn . kejadian ini bisa ditemukan pada tanah berpasir  masam dikapur berlebihan , atau pada tanah alkalin kering. Jika pH tanah dapat dipertahankan antara 6 dan 7 kemungkinan keracunan Al , Fe dan Mn dapat ditiadakan, sedangkan ketersedian Cu dan Zn sangat menurun pada pH lebih dari 7. Ketresedian Mo juga sanagat bergantung pada pH . pada tanah yang sangat masam ketersedian Mo tidak ada. Bila pH naik hingga 6 atau lebih maka ketersediaan Mo meingkat. Berbeda halnya dengan Bo yang tersedia dengan baik pada interval pH 5-8 . unsur ini kurang tersedia bila pH dibawah 4 / > 8.

c.      Ketersediaan Fosfor
Ketersedian P dipengaruhi sangat nyata oleh pH . bentuk ion P dalam tanah juga tergantung pada pH larutan . pada pH agak tinggi ( basa ) ion HPO4 2- 2- adalah dominan. Bila pH tanah turun ion H2PO4 dan HPO4 akan dijumpai bersamaan . makin masam reaksi tanah ion H2PO4 lah yang dominan.
Pada pH rendah ion P mudah bersenyawa dengan Al, Fe dan Mn , membentuk senyawa yang tidak larut akan diikat oleh Ca membentuk senyawa tidak larut. Dulu dipertahankan orang sekitar kisaran pH 6 hingga 7 untuk membentuk P agar lebih tersedia. Belakangan ditemukan bahwa pada pH lebih dari 6.0 P sudah kurang tersedia ( Lutz, Genter dab Hawskins, 1972: Ferina,Sumner,Plank, dan Litsch, 1980; NurhayatiHakim, 1982 ). Tampaknya kelarutan maksimum dari P berada pada pH 5,5 . mempertahankan pH 5.5 hingga 6 sangat berarti bagi penyediaan P pada tanaman.

d.    Kegiatan Jasad Mikro
Dari berbagai penelitian ternyata kegiatan jasad mikro dipengaruhi oleh pH larutan. Hal ini mungkin akibat ion H atau akibat perharaan yang baru saja dijelaskan . ketersediaan N banyak banyak diharapkan dari proses nitrifiksasi yang dibantu oleh jasad mikro . beberapa unsur lainnya seperti P dan S juga diharapkan dari mineralisasi umumnya, nitrifiksasi khususnya berkaitan erat dengan kegiatan jasad mikro.
Pada umumnya, bakteri dan aktinomisetes berfungsi lebih baik pada tanah mineral ber pH sedang hingga tinggi . kegiatan mereka berkurang bila pH turun lebih rendah dari 5.5 . pada ph rendah jamur dominan , sedangkan pada pH tinggi jamur bersaing dengan bakteri daktinomisetes. Nitrifikasi dan fiksasi Nberlangsung cepat pada tanah mineral ber pH lebih dari 5.5 . akan tetapi pelapukan, aminisasi / amonifikasimasih berjalan pada pH agak rendah karena sebagian jamur dapat membantu reaksi tersebut.

KONDISI KETERSEDIAAN HARA PADA BERBAGAI KISARAN pH
1. Sangat Tinggi (diatas 8,5)
a.       Tanah alkali, sodik
b.      Ca dan Mg, kemungkinan tidak tersedia
c.        Fospat terjerap dalam bentuk Ca-P, Mg-P
d.       Bila kadar Na Tinggi, P terjerap menjadi Na-P yang mudah larut
e.        Keracunan Boron (B) pada tanah garaman dan Sodik
f.        Persentase Na tertukar (ESP) di atas 15 dapat menyebabkan kerusakan struktur.
g.       Aktivitas bakteri rendah
h.      Proses nitrifikasi menurun
i.        Ketersediaan hara mikro menurun, kecuali Mo
2. Tinggi ( 7,0 – 8,5 )
a.       Penurunan ketersediaan P dan B sehingga terjadi kekahatan hara P dan B
b.       Kekahatan Co, Cu, Fe, Mn dan Zn
c.       Kadar Ca dan Mg Tinggi
d.      Tanah alkali
3. Sedang (5,5 – 7,0)
a.       Sifat netral
b.        Kisaran pH yang baik untuk sebagianj besar tanaman
c.       Kadar hara (makro & mikro) optimum
d.      Aktivitas mikroorganisme optimum
e.       Sifat kimia tanah optimum
4. Rendah (<5,5)
a.        Tanah masam
b.       Ion Fosfat bersenyawa dengan Fe dan Al membentuk senyawa yang tidak cepat tersedia bagi tanaman.
c.        Semua hara mikro (kecuali Mo) menjadi lebih tersedia dengan peningkatan kemasaman,
d.      Ion Al dilepaskan dari mineral lempung pada nilai pH di bawah 5,5 dan
e.       Aktivitas bakteri menurun     
f.        Proses nitrifikasi terhambat.

KESIMPULAN
• Pertumbuhan Tanaman normal, bila suplai hara cukup & sesuai dengan saat dibutuhkan
• Reaksi larutan tanah (pH) merupakan pengontrol ketersediaan hara
• Keseimbangan ketersediaan antar unsur hara harus selalu dijaga

0 komentar:

Posting Komentar

 

Gadis Yuniar Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea